Keberhasilan seseorang dalam belajar
tergantung terhadap sikapnya sendiri. Perbedaan pembelajar yang sukses dengan
yang tidak hanya ada pada pikiran mereka. Pembelajar sukses senantiasa diatur
dan dibayangi oleh pikiran-pikiran tentang saat terbaik mereka, rasa optimis,
dan pengalaman tebaik mereka. Sementara kehidupan pembelajar yang tidak sukses
diatur dan dibayangi oleh rasa ragu, serta kegagalan di masa lalu.
Victor Frankl pernah mengatakan
bahwa “kemerdekaan terakhir seseorang ialah saat ia menetukan suatu sikap pada
saat dihadapkan pada keadaan dan situasi
tertentu”. Sedangkan menurut Maltbie D. Babcock juga pernah mengatakan, “salah
satu kekeliruan yang paling sering terjadi dan amat disayangkan adalah pendapat
bahwa keberhasilan hanya bisa diperoleh berkat bantuan orang-orang jenius,
keajaiban atau hal-hal lain yang tidak ada pada diri kita sendiri.” Padahal
kita Semua berhak mampu meraih kesuksesan dengan apa yang kita miliki sendiri.
Keberhasilan sesungguhnya ditentukan oleh sikap kita sendiri terhadap belajar.
Adapun Sikap positif terhadap
Belajar bisa muncul dari: (1) mengetahui cara menciptakan keyakinan sekuat
mungkin pada kemampuan kita. (2) mampu menetukan tujuan yang jelas. Dan (3) mampu
merelakskan dan menenangkan diri kapan pun diperlukan.
Dari hal tersebut, kita perlu
waspada terhadap efek atau dampak Negatif yang timbul dari Sikap Negatif.
Adapun dampaknya adalah : (1) pikiran negatif menimbulkan kebimbingan saat
hendak membuat seuatu keputusan penting.(2) Pikiran Negatif dapat menular.(3) Pikiran
Negatif dapat membuat kita bertindak membabi buta.(4) Pikiran negatif membuat
putus asa.(5) Pikiran negatif mempersempit batas kemampuan kita. Dan (6) Pkiran
negatif membuat kita sulit menikmati hidup.
Dari hal-hal diatas, seyogyanya kita
senantiasa mampu berfikir positif dalam menghadapi realitas apapun. Adapun
pedoman untuk berfikir positif adalah: (1) bertindak, berjalan, berbicara, dan
berfikirlah seperti orang yang anda kagumi.(2) Tanamkan pikiran-pikiran positif
dan sukses.(3) Pancarkan sikap yang baik, perasaan yakin diri, dan tujuan kita.(4)
Perlakukan setiap orang yang Anda jumpai sebagai orang penting di dunia.(5) Usahakan
agar semua orang yang Anda temui merasa dibutuhkan, diperlukan, dan dihargai.(6)
Lihatlah hal-hal yang terbaik dalam diri setiap orang.(6) Jangan ungkapkan kondisi kesehatan Anda kecuali jika sedang
berada dalam kondisi yang Baik.(7) Cailah yang tebaik dalam setiap gagasan baru
yang muncul.(8) Hindarilah hal-hal yang sepele. Dan (9) Kembangkan dalam diri
kita mental untuk memberi.
Untuk mencapai hal-hal yang
diinginkan dalam hidup, syarat utama yang harus dimiliki adalah membulatkan
tekad. Kemauan untuk berhasil bersumber dari gabungan dua hal, yaitu:
1. memiliki VISI
Kita semua memiliki pikiran sadar
dan bawah sadar. pikiran sadar mengungkapkan dirinya dalam kerangka logika.
Akan tetapi, pikiran bawah sadar lebih memedulikan peasaan tentang diri kita
sendiri. Sehingga untuk menjadi sukses, pikiran sadar dan bawah sadar ini perlu
memiliki persepsi hal yang sama.
2. menciptakan rencana AKSI
Ketika kita telah memiliki tujuan
tertulis dan visi yang memotivasi. Langkah selanjutnya adalah rencana Aksi
untuk mencapai tujuan tersebut. Rencana Aksi adalah serangkaian langkah yang
perlu Anda ambil untuk untuk mencapai sasaran Anda yang spesifik dan tertulis. Rencana
Aksi harus memenuhi kriteria: (1) spesifik, (2) dapat diukur, (3) realistis,
(4) modal, (5) perencanaan.
Setelah melakukan langkah-langkah
diatas, maka hal selanjutnya adalah mengatasi kegagalan. Ketika kita memiliki
harapan yang tinggi, harga diri yang tinggi, serta keyakinan bahwa kita pasti
berhasil. Maka kita akan memperoleh prestasi yang tinggi. Seperti hal yang
diungkapkan Henry Ford, “baik Anda berfikir Anda bisa, atau Anda berfikir tidak
bisa, maka Anda benar.” Intinya adalah apa yang Anda pikirkan akan menjadi
kenyataan.
Tips mengatasi kegagalan: (1) kenali
terlebih dahulu penyebab kegagalan, (2) belajar dari kegagalan dengan
mempelajari penyebabnya, (3) kenali kelemahan Anda, ubah cara kerja sesuai
kebutuhan, kembali pada tujuan semula.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar